🕋
Dari Abu Hurairah radhiyallohu 'anhu,
أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمي
Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar seraya mengatakan, *“Aamiin, aamiin, aamiin.”*
Beliau ditanya, “Wahai Rasululloh, mengapa engkau mengatakan demikian?”
Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’
Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.’”
Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkannya dengan amal shaleh).’
Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.'”
Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad), namun dia tidak bershalawat untukmu'. Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.'”
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503).
Sejenak.. Mari kita renungkan hadits yang mulia ini.
Sesungguhnya yang berdoa adalah jibril 'alihis salam. Malaikat yang paling mulia dan paling dekat dengan Alloh Azza wa Jalla.
Dan yang mengatakan "amiin" adalah Rasululloh shallallohu 'alaihi wasallam. Manusia yang paling mulia dan paling dekat dengan Alloh Azza wa Jalla.
Maka, ini isyarat bahwa doa tersebut adalah doa yang luar biasa. Doa yang akan dikabulkan oleh Alloh Ta'ala.
Oleh karena itu, berikanlah masing-masing yang disebutkan di dalam doa di atas haknya. Agar kita terhindar dari golongan orang-orang yang celaka.
Dari Abu Hurairah radhiyallohu 'anhu,
أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمي
Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar seraya mengatakan, *“Aamiin, aamiin, aamiin.”*
Beliau ditanya, “Wahai Rasululloh, mengapa engkau mengatakan demikian?”
Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’
Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.’”
Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkannya dengan amal shaleh).’
Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.'”
Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad), namun dia tidak bershalawat untukmu'. Aku pun mengatakan, ‘Aamiin.'”
(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503).
Sejenak.. Mari kita renungkan hadits yang mulia ini.
Sesungguhnya yang berdoa adalah jibril 'alihis salam. Malaikat yang paling mulia dan paling dekat dengan Alloh Azza wa Jalla.
Dan yang mengatakan "amiin" adalah Rasululloh shallallohu 'alaihi wasallam. Manusia yang paling mulia dan paling dekat dengan Alloh Azza wa Jalla.
Maka, ini isyarat bahwa doa tersebut adalah doa yang luar biasa. Doa yang akan dikabulkan oleh Alloh Ta'ala.
Oleh karena itu, berikanlah masing-masing yang disebutkan di dalam doa di atas haknya. Agar kita terhindar dari golongan orang-orang yang celaka.
Posting Komentar